JODOH DITANGAN TUHAN? SIAPA BILANG!

Ini jodohku. Mana jodohmu? 🙂

Manusia masih banyak yang salah kaprah menganggap bahwa jodoh itu ditangan Tuhan. Bahwa bila waktunya tiba, pasti akan bertemu jodohnya. Well, saya termasuk orang yang tidak setuju dengan statement itu. Adalah benar jika kehidupan, kematian dan berkat itu ditangan Tuhan. Tapi tidak halnya dengan jodoh.
Ada setidaknya 4 (empat) hal yang harus kalian lakukan untuk mendapatkan jodohmu, yaitu:
1. Mendoakan
2. Mengusahakan
3. Memilih
4. Memutuskan
Point pertama jelas banget perlu campur tangan Tuhan. Berdoa meminta Tuhan mempertemukan kamu dengan jodoh potensial di WAKTU YANG TEPAT, DI TEMPAT YANG TEPAT & KEPADA ORANG YANG TEPAT. Nah ini enaknya kalo kita ngerti kebenaran dan beriman. Kita nggak usah takut telat jodoh atau jodoh kita diambil orang. Karena dengan kita berdoa seperti itu, maka Tuhan akan MENGATUR segalanya untuk MENDATANGKAN KEBAIKAN (baca: jodohmu) bagi mereka yang percaya.
Point kedua, mengusahakan. Siapa bilang abis doa trus kita diem2 aja? Terutama buat kalian nih yang perempuan. “Ih gengsi dong. Masa kita yang cari-cari. Ya cowoklah yang cari kita. Kita kan perempuan…” Oh helloooowww… FYI: Segala sesuatu di kolong langit ini HARUS DIUSAHAKAN, yes? Berusahalah menjadi pribadi yang baik, menarik, menyenangkan, cerdas, berpenampilan baik, enak diajak bicara, terbuka, hangat dan berinisiatif. Inisiatif itu penting lho! Dan nggak ada salahnya kalau kamu merasa ada chemistry dengan seseorang lalu berinisiatif untuk mengadakan pertemuan kembali di waktu-waktu mendatang. Kalo ditolak gimana? Lha, ya udah! Namanya juga usaha. Jangan gengsi dan jangan kapok. Tapi cara ngajaknya juga jangan norak yah… yang intelek gitu lho! Berkelas.
Point tiga, memilih. Jelas! HARUS DIPILIH. Yang terbaik dari yang baik (namun tetaplah harus tau diri dan masuk akal ya). Kita boleh banget menimbang-nimbang, yang mana kira2 yang paling cocok dengan kita. Punya list syarat jodoh itu boleh lho! Tapi nulisnya juga harus sambil ngaca ya. Jangan terlalu muluk, padahal keadaan diri sendiri juga nggak segitunya ya kan? Jika ada satu pertimbangan penting yang harus dengan serius kamu tanyakan pada diri sendiri, hal itu adalah: Apakah saya sanggup menerima dia? Berkorban untuk dia? Mengerti keadaan dia? Menerima kekurangan dia dan mencintai serta memaafkan dia at all costs, HINGGA MAUT MEMISAHKAN? Dan jawaban atas semua pertanyaan ini haruslah: BISA. Cause divorce is not an option.
Point terakhir, memutuskan. Udah pusing milih2, harus bisa mengambil keputusan dong yah? Jangan PHP. Kasihan anak orang lho! Memutuskan emang nggak mudah. Apalagi kalo kita dihadapkan pada dua pilihan atau lebih, pasti kita cenderung membanding-bandingkan. Dan rasanya nggak mau rugi. But remember: setiap pilihan ada resiko dan tanggung jawabnya masing-masing. Dan setiap kisah cinta pasti ada keunikan dan kebahagiaannya sendiri-sendiri. Jangan takut untuk memutuskan. Karena keputusan yang dibuat secara matang dan bertanggung jawab pasti akan menghasilkan sukacita dan damai sejahtera bagi mereka yang menjalaninya.

Keputusan yang dewasa dan matang itu harus didasari pada: melihat sikap, tingkah laku, pola pikir, kerohanian, level kecerdasan, chemistry, tanggung jawab dan kedewasaan orang yang akan kita nikahi. Jangan pernah memutuskan berdasarkan hal-hal yang sifatnya tidak kekal (wajah cantik/ganteng, harta, ketenaran, kedudukan, uang, dst). Jadi gimana? Udah siap MENGUSAHAKAN JODOH? Inget ya: Jodoh itu ditangan kamu. Tuhan hanya menolong kalian agar dapat bertemu di waktu dan tempat yang tepat, tidak terlambat dan tidak terlalu cepat. Amen!

Advertisements