PERTEMANAN VS PERGAULAN

Kalian bisa membedakan pertemanan dan pergaulan nggak? Harus bisa ya! Terutama di #JamanNow dimana hampir seluruh aktifitas kehidupan dan penampilan seseorang di-beauty camera-kan, sehingga semakin sulit bagi kita untuk “menerawang” mana kawan-kawan yang baik & bener, dan mana yang bukan. Mereka bisa saja berkata A didepan kita, namun dibelakang? Hanya Tuhan yang tau.

PERTEMANAN seharusnya nggak mengenal batasan ya. Kaya miskin, tua muda, besar kecil, pengangguran atau berkarier hebat, kita bisa saja kenal dan berteman dengan mereka. Semakin luas pertemanan dan perkenalan kita, semakin besar pula lingkaran network yang bisa kita bangun. Punya teman banyak tentulah menyenangkan (walaupun belum tentu selalu menguntungkan! HAHA…)

Lalu ada pula yang namanya PERGAULAN. Bagi saya, pergaulan sifatnya lebih private. Lingkarannya jauh lebih kecil dari pertemanan. Tapi justru hal ini penting untuk menjadi perhatian kita. Saya tak begitu suka bergaul rame-rame. Kemana-mana rame-rame. Apa-apa rame-rame. Rasanya ribet banget buat saya. Sewaktu saya bergaul, saya akan memilih dua, tiga (paling banyak lima) orang untuk saya jadikan teman yang betul-betul dekat.

Penting buat saya untuk menyeleksi dengan siapa saya bergaul. Karena dalam sebuah lingkaran pergaulan ada intimasi, keakraban yang dalam, dimana kita MENGIJINKAN seseorang untuk memasuki, mempengaruhi, memberi pendapat, mengetahui rahasia hidup kita, serta merubah pola pikir, prinsip, kebiasaan, kepribadian, sikap dan tingkah laku kita. Sadar atau tidak sadar, kita akan menjadi seperti mereka yang kita ajak bergaul erat. Kita akan saling mempengaruhi kehidupan masing-masing. Dan mereka adalah pihak-pihak yang punya andil dalam ‘merubah’ hidup kita (menjadi lebih baik atau sebaliknya).

Seseorang pernah berkata, “Jangan sombong. Kita harus bisa dekat dengan siapa saja. Bergaul dengan siapa saja. Dimata Tuhan kita semua sejajar. Sama-sama MANUSIA.” Sekilas terdengar BENAR yah. Tapi coba kalian renungkan kembali, berapa banyak manusia yang jatuh dalam pencobaan, dosa, keterikatan karena mereka salah pergaulan? Bahkan Firman Tuhan berkata: “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (1 Korintus 15:33 TB)

Percayalah! Pergaulanmu akan MENGUBAH DIRIMU – cepat atau lambat, disadari atau tidak, suka atau tidak suka. Oleh karena itu, perhatikan dengan siapa kamu membagi hidupmu, pemikiranmu, prinsip-prinsipmu. Karena kita akan saling mempengaruhi, menambahkan, mengurangi dan menciptakan kebiasaan-kebiasaan baru dengan orang yang kita akrabi. Ingat ya, harimau dan kucing sama-sama binatang. Tapi bahkan mereka saja tak bergaul akrab sehari-harinya. SO PAY ATTENTION.

Have a quality relationship with great quality people. Not because they are rich or famous or beautiful or important, but because they can instill you with great characters, Godly principles and good habits. (KB)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s