JODOH DITANGAN TUHAN? SIAPA BILANG!

Ini jodohku. Mana jodohmu? 🙂
Manusia masih banyak yang salah kaprah menganggap bahwa jodoh itu ditangan Tuhan. Bahwa bila waktunya tiba, pasti akan bertemu jodohnya. Well, saya termasuk orang yang tidak setuju dengan statement itu. Adalah benar jika kehidupan, kematian dan berkat itu ditangan Tuhan. Tapi tidak halnya dengan jodoh.
Ada setidaknya 4 (empat) hal yang harus kalian lakukan untuk mendapatkan jodohmu, yaitu:
1. Mendoakan
2. Mengusahakan
3. Memilih
4. Memutuskan
Point pertama jelas banget perlu campur tangan Tuhan. Berdoa meminta Tuhan mempertemukan kamu dengan jodoh potensial di WAKTU YANG TEPAT, DI TEMPAT YANG TEPAT & KEPADA ORANG YANG TEPAT. Nah ini enaknya kalo kita ngerti kebenaran dan beriman. Kita nggak usah takut telat jodoh atau jodoh kita diambil orang. Karena dengan kita berdoa seperti itu, maka Tuhan akan MENGATUR segalanya untuk MENDATANGKAN KEBAIKAN (baca: jodohmu) bagi mereka yang percaya.
Point kedua, mengusahakan. Siapa bilang abis doa trus kita diem2 aja? Terutama buat kalian nih yang perempuan. “Ih gengsi dong. Masa kita yang cari-cari. Ya cowoklah yang cari kita. Kita kan perempuan…” Oh helloooowww… FYI: Segala sesuatu di kolong langit ini HARUS DIUSAHAKAN, yes? Berusahalah menjadi pribadi yang baik, menarik, menyenangkan, cerdas, berpenampilan baik, enak diajak bicara, terbuka, hangat dan berinisiatif. Inisiatif itu penting lho! Dan nggak ada salahnya kalau kamu merasa ada chemistry dengan seseorang lalu berinisiatif untuk mengadakan pertemuan kembali di waktu-waktu mendatang. Kalo ditolak gimana? Lha, ya udah! Namanya juga usaha. Jangan gengsi dan jangan kapok. Tapi cara ngajaknya juga jangan norak yah… yang intelek gitu lho! Berkelas.
Point tiga, memilih. Jelas! HARUS DIPILIH. Yang terbaik dari yang baik (namun tetaplah harus tau diri dan masuk akal ya). Kita boleh banget menimbang-nimbang, yang mana kira2 yang paling cocok dengan kita. Punya list syarat jodoh itu boleh lho! Tapi nulisnya juga harus sambil ngaca ya. Jangan terlalu muluk, padahal keadaan diri sendiri juga nggak segitunya ya kan? Jika ada satu pertimbangan penting yang harus dengan serius kamu tanyakan pada diri sendiri, hal itu adalah: Apakah saya sanggup menerima dia? Berkorban untuk dia? Mengerti keadaan dia? Menerima kekurangan dia dan mencintai serta memaafkan dia at all costs, HINGGA MAUT MEMISAHKAN? Dan jawaban atas semua pertanyaan ini haruslah: BISA. Cause divorce is not an option.
Point terakhir, memutuskan. Udah pusing milih2, harus bisa mengambil keputusan dong yah? Jangan PHP. Kasihan anak orang lho! Memutuskan emang nggak mudah. Apalagi kalo kita dihadapkan pada dua pilihan atau lebih, pasti kita cenderung membanding-bandingkan. Dan rasanya nggak mau rugi. But remember: setiap pilihan ada resiko dan tanggung jawabnya masing-masing. Dan setiap kisah cinta pasti ada keunikan dan kebahagiaannya sendiri-sendiri. Jangan takut untuk memutuskan. Karena keputusan yang dibuat secara matang dan bertanggung jawab pasti akan menghasilkan sukacita dan damai sejahtera bagi mereka yang menjalaninya.

Keputusan yang dewasa dan matang itu harus didasari pada: melihat sikap, tingkah laku, pola pikir, kerohanian, level kecerdasan, chemistry, tanggung jawab dan kedewasaan orang yang akan kita nikahi. Jangan pernah memutuskan berdasarkan hal-hal yang sifatnya tidak kekal (wajah cantik/ganteng, harta, ketenaran, kedudukan, uang, dst). Jadi gimana? Udah siap MENGUSAHAKAN JODOH? Inget ya: Jodoh itu ditangan kamu. Tuhan hanya menolong kalian agar dapat bertemu di waktu dan tempat yang tepat, tidak terlambat dan tidak terlalu cepat. Amen!

Advertisements

PEACEFUL MAMA

So… I raise my glass to all of you women who are struggling and trying to balance all things. Mom with babies/toddlers, working moms, single mom, mom with ‘bastardo’ husband who doesnt even care to help, mom with lazy teens who dont give a damn of how tired you are. IM WITH ALL OF YOU!

Maintain your PEACE. I do understand how mothers think and feel on their daily basis, as they are busy taking care of their family and loved ones. TO MAINTAIN A PEACEFUL MIND is something that’s ‘easy to say but hard to do’, obviously. Many times we feel so overwhelmed by the schedule or the list of things to do (not to mention if you are also a part time or full time working mama).

One thing that I always do (to keep my sanity and peace) is to stop and do my priority list of the day. What I should take care first and what kind of things that I can put on hold. Remember: We cant do all things and be all things. We have our limitation (be it in emotion, feelings, energy, etc). I always make sure that I have ENOUGH energy to do what I need to do for myself. Sipping a cup of coffee while scrolling down my Instagram could be one of them. Or watching TV, writing my blog and many more.

At the end of the day, I can be SO TIRED. But if I could maintain my sanity, I dont mind being extra tired as long as my heart is content and my mind is at peace. Dont push yourself too much and never try to please everyone, cause we are not cotton candy!

Do things one day at a time and sort out your VVIP list. Curate your day. Balance everything. Forget those who cant understand how full your hands are. We may loose some friends because we cant keep up with their “agenda”, but HEY! At the end of the day, what’s written in ours are the ones that will keep us alive, sane and content. So focus on that!

So… I raise my glass to all of you women who are struggling and trying to balance all things. Mom with babies/toddlers, working moms, single mom, mom with ‘bastardo’ husband who doesnt even care to help, mom with lazy teens who dont give a damn of how tired you are. IM WITH ALL OF YOU! I know how you feel. Been there, done that. But now Im free (and BTW, my husband has always been the sweetest and great helper. HAHA…) So, good luck! Remember to (always) maintain your peace. Be EXTREMELY tired, but AT PEACE.

BERANI KARENA BENAR

kebenaran dianggap sebuah penghakiman hanya bagi mereka yang keras kepala hidup dalam area abu-abu kok! Tapi akan menjadi inspirasi bagi mereka yang ingin berubah dan hidup lebih baik.

Seorang kawan sesekali berkomentar soal status yang saya unggah ke FB. Kira-kira demikian komentarnya: “Kamu menulis tentang A, apa tidak takut disalah artikan?” Atau “Kamu menulis dengan bahasa seperti itu, apa kamu nggak khawatir orang mengira kamu begini atau begitu?”

Well, setiap orang punya caranya sendiri untuk menuangkan ide, pikiran, harapan, omelan, kritikan dan sebagainya. Sebagai seorang yang gemar menulis, saya memilih media ini untuk mengungkapkan isi hati dan kepala saya. Soal takut atau tidak takut? Berani atau tidak berani? Oke, begini yah….

Saat ini banyak manusia bodoh yang kurang informasi dan sangat tidak berpendidikan pola pikirnya, dengan leluasa menyembur-nyemburkan berita hoax dan ujaran kebencian. Kalau mereka saja berani dan bisa bebas lalu lalang menebarkan hal yang salah di media, kenapa kita tidak berani menuliskan sesuatu yang beradab dan mengandung unsur kebenaran? Toh kebenaran dianggap sebuah penghakiman hanya bagi mereka yang keras kepala hidup dalam area abu-abu kok! Tapi akan menjadi inspirasi bagi mereka yang ingin berubah dan hidup lebih baik.

Kebenaran memang nggak selalu sedap didengar. Tapi kadang perlu dipaparkan APA ADANYA. Saya tidak pernah punya masalah membeberkan pendapat saya, selama itu tidak bertentangan dengan prinsip2 kebenaran. Orang bisa saja menuliskan sesuatu yang terdengar ‘baik’ (baca: sweet), tapi belum tentu isinya benar dan sesuai kenyataan.

Banyak orang yang pandai menulis. Tapi tak semua berani menulis. Bagi saya, menuliskan sebuah pendapat (selama dilakukan dengan tepat, sopan, sesuai norma) bukan sesuatu yang perlu ditakutkan. Karena pada akhirnya, pengetahuan yang dibagikan akan menjadi inspirasi. Sementara pengetahuan yang disimpan untuk diri sendiri hanya akan menjadi pengetahuan untuk dirimu saja. “KALO BENAR, KENAPA HARUS TAKUT?” #BeraniKarenaBenar #SpeakTheTruth

INNER BEAUTY

Lebih dari itu, saya sama sekali tidak melihat inner beauty sebagai “PASRAH” menerima kondisi fisik kita yang jelek, jerawatan, kumel, dekil, (maaf) berlebihan berat badan, berbau mulut, bau badan, dengan model rambut jaman batu, fashion yang entah dari planet mana, dan seterusnya. Lalu berkata: “Aku mah emang gini orangnya. Kan yang penting inner beauty.”

Apa sih inner beauty itu menurut kalian? Bukannya saya nggak ngerti. Tapi saya agak bingung melihat beberapa orang yang ‘religious’ (terlepas dari agama apapun) dalam mengartikan inner beauty sebagai hidup tanpa usaha – terutama soal mengusahakan penampilan, attitude dan sikap. Saya punya beberapa kawan yang, mohon maaf, setiap kali saya coba ajarkan sesuatu, serta-merta ia akan menjawab: “Ah, buat apa. Yang penting kan inner beauty. Aku mah terima apa adanya.” Well, sekilas pernyataan ini terdengar sangat benar dan sangat rohani. Tetapi coba kita pikir-pikir lagi, apakah ada dalam firman Tuhan (di kitab agama manapun) yang menista aktifitas merawat diri? Saya yakin tidak ada.

Jikapun ada, satu-satunya “kesalahan” yang dianggap keji bagi Tuhan adalah apabila kita HANYA memikirkan penampilan fisik dan tidak mempedulikan hal-hal lain, itu adalah kesalahan mutlak seorang wanita. Ada sebuah ayat didalam kitab suci saya yang berkata: “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Korintus 6:19-20).

Kesadaran penuh bahwa Roh Kudus ada dan berdiam didalam diri kita haruslah menjadi awal pertobatan kita dalam memperlakukan tubuh, jiwa dan roh kita. Ada batasan yang harus kita buat, demi menyadari bahwa ada sosok yang begitu kudus dan mulia yang berdiam didalam diri kita. Tentu saja hal-hal serupa berzinah, merusak diri dengan NARKOBA atau hidup tanpa tanggung jawab terhadap kesehatan SUDAH SELAYAKNYA menjadi perhatian utama bagi kita (untuk dijauhi dan tidak dilakukan). Tetapi banyak orang hanya berhenti sampai disini saja. Padahal saya percaya, ada BANYAK HAL lain yang ‘kelihatannya kecil dan tidak penting’, yang HARUS kita perhatikan dan lakukan demi menghargai tubuh yang telah TUHAN beri.

Dulu saya sangat anti dengan wanita-wanita rohani. Mengapa? Karena saya memiliki gambaran / image tersendiri tentang penampilan dan attitude mereka. Sejujurnya, mereka membuat saya muak dan antipati. Pengalaman saya bersentuhan atau bergaul dengan mereka jarang sekali berakhir indah. Karena kelompok wanita yang (mengaku) KUDUS ini adalah sekumpulan orang yang berpenampilan mengerikan! Kuno, dekil, sombong, sok suci, kata-kata yang dikeluarkan dari mulut mereka tidak sopan, sinis dan begitu penuh penghakiman terhadap saya (yang saat itu masih tercatat sebagai kaum elite kerajaan disko! LOL..) Saya jadi malas mengenal mereka. Saya melihat mereka sebagai sosok aneh serupa alien. Karena mereka hidup dalam dunia yang serba: “Ini dosa. Itu dosa. Ini tidak boleh. Itu tidak boleh.” Sambil menunjuk-nunjuk pada setiap orang yang dilihat atau dianggapnya kurang senonoh dalam berpenampilan.

Oh hellow! Saat itu saya hanya berpikir satu hal: “Lebih baik saya sampai mampus nggak kenal sama kalian. Nggak gaul sama kalian. Kalau begini cara kalian merepresentasi diri. Begitu kuno, norak, kampungan dan sinis.” Tapi tentu saja Tuhan tidak membiarkan saya terus berada dalam pemikiran seperti itu. Sampai suatu saat, saya sendiri mengalami jamahan Tuhan dan memutuskan untuk hidup sesuai rencanaNya. Bertobat dari kehidupan lama saya dan memulai sebuah kehidupan baru yang lebih baik. Tapi satu tekad saya: “Saya tidak akan pernah sudi berpenampilan seperti mereka. Saya akan hidup sesuai firmanNya, tetapi saya akan membuat diri saya menjadi seorang yang berpenampilan baik, kekinian, menyenangkan dan (kalo boleh…) menjadi inspirasi bagi banyak perempuan lain.”

Inner beauty bagi saya adalah bagaimana kita melakukan dengan tulus setiap firman yang Tuhan katakan dan perintahkan. Mengasihi, menerima, memaafkan, mengerti dan tidak menghakimi orang lain merupakan ciri-ciri inner beauty yang harus sama-sama kita kejar dan lakukan setiap saat. Tentu saja sesekali kita tetap PERLU menegur saudara/i seiman yang melakukan hal tidak baik, tetapi tidak dengan penghakiman. Lebih dari itu, saya sama sekali tidak melihat inner beauty sebagai “PASRAH” menerima kondisi fisik kita yang jelek, jerawatan, kumel, dekil, (maaf) berlebihan berat badan, berbau mulut, bau badan, dengan model rambut jaman batu, fashion yang entah dari planet mana, dan seterusnya. Lalu berkata: “Aku mah emang gini orangnya. Apa adanya. Nggak perlulah berlebihan mendandani diri. Yang penting orang tahu hatiku kok. Kan yang penting inner beauty.” Never, ever come to me with that sentence.

“ANDA HARUS MEMBERI KESEMPATAN KEPADA INNER BEAUTY (KECANTIKAN BATHIN) MU UNTUK MUNCUL KE PERMUKAAN DAN DILIHAT /DIRASAKAN ORANG LAIN.” Tidak semua manusia berbakat menjadi seorang paranormal. Jadi jangan harap bahwa setiap orang yang bertemu dengan Anda serta-merta dapat tahu atau merasakan bahwa inner beauty Anda begitu luar biasa indahnya. Oh, please! Jika Anda datang dengan ciri-ciri MENGERIKAN seperti yang saya deskripsikan diatas, SAYA JAMIN, tidak ada seorangpun yang ingin mengenal Anda lebih jauh, apalagi ingin mengetahui inner beauty Anda. Karena mereka sudah keburu kabur melihat your ugly outer!

Oleh karena itu, mulai hari ini, marilah kita sama-sama bertobat dari penampilan kita yang mengerikan dan menggunakan kata inner beauty sebagai tameng. Mulailah memperbaiki diri secara perlahan. Jangan salah mengartikan penampilan cantik dan menarik sebagai biaya mahal atau roh konsumerisme. Karena berpenampilan baik modalnya hanyalah kepercayaan diri (untuk yakin bahwa saya bisa berubah dan terlihat lebih baik). Waktu, kesabaran dan biaya lah yang HARUS disesuaikan dengan kemampuan kita! Anda dapat kirim message kepada saya jika tidak tahu bagaimana cara berdandan dengan biaya minimalis. SAYA AHLINYA! Miliki hati yang mau belajar dan diajar. Milikilah semangat kekinian (dalam kadar normal dan untuk segala hal) agar kita dapat membaur dengan manusia di sekeliling kita. Mengetahui apa yang sedang trend bukanlah dosa. Karena tetap kitalah yang menjadi penentu terhadap apa yang cocok dan sesuai dengan kepribadian dan style kita.

Akhir kata, berhentilah menggunakan kata inner beauty untuk maksud dan pengertian yang salah. Dan berhentilah menjadi pribadi sinis yang menghakimi orang hanya karena kamu tidak mampu mengimbangi penampilan mereka yang (lebih) happening. Pribadi yang ramah dan menyenangkan itu jauh lebih mengesankan. Anyway, your outer self is as precious as your inner self, cause God create both your inner and outer beauty. So have some respect for them both. (KB)

SIAP DITOLONG!

Setiap kita dalam suatu waktu pastilah membutuhkan pertolongan. Entah itu untuk sebuah hal sederhana atau hal berat yang memang nyata-nyata tidak mampu untuk kita lakukan sendiri. Namun sadarkah kita, saat kita membutuhkan pertolongan, kita juga perlu memiliki sikap yang ‘siap untuk menerima pertolongan’? Seringkali, kita meminta tolong, namun sikap kita berkata lain.

Saya sering menerima curhatan dari teman-teman tentang berbagai hal. Soal rumah tangga, suami, anak, pekerjaan, pertemanan dan banyak lagi. Saat seorang teman mulai curhat, saya biasanya akan memperhatikan sikapnya dalam meminta tolong. “Aku harus gimana ya?” Begitu selalu awalnya. Saya akan memancing dengan sebuah solusi HANYA UNTUK MELIHAT sikap dia, apakah dia siap ditolong atau tidak.

Jika ia mendengar hanya untuk menjawab, selalu mencari-cari alasan dibalik sikapnya yang enggan berubah, merasa diri paling benar, dst, maka dipastikan orang ini tidak ingin ditolong. Dia hanya butuh tempat sampah untuk curhat. Lalu, apa saja sikap yang perlu dimiliki oleh seseorang yang ingin ditolong dan menerima pertolongan, agar hidupnya BERUBAH? Beberapa hal berikut ini mungkin bisa menjadi checklist kita semua.

1. Sebuah pengakuan.

Seseorang yang benar-benar butuh pertolongan akan mengakui bahwa dirinya memang butuh, tidak sanggup lagi melakukannya seorang diri dan siap menerima bantuan. Ia sudah tidak berada di fase denial, dimana ia masih merasa mampu. Pengakuan seseorang bahwa ia membutuhkan pertolongan merupakan sebuah awal yang penting bagi terjadinya perubahan dalam hidup. So it’s a good sign.

2. Tidak merasa paling benar.

“Iya, saya sadar ini kesalahan saya. Oleh karena itu saya ingin memperbaikinya.” Ini adalah sebuah sikap keterbukaan diri yang perlu dimiliki seorang yang butuh pertolongan. Karena sikap ini menunjukkan bahwa ia mendengar nasehat untuk belajar, bukan untuk berdebat atau adu mulut. Orang yang selalu merasa dirinya paling benar akan sulit menerima pertolongan. Karena ia seperti mementahkan kembali setiap saran yang diterimanya dengan argumen-argumen yang dia katakan.

3. To do whatever it takes, WHOLEHEARTEDLY.

“Sudah! Saya sudah melakukan ini. Itu. Tapi tetap saja tidak berhasil.” Seorang yang berkata demikian DAPAT DIPASTIKAN bahwa ia melakukan usaha perbaikan namun tidak disertai dengan sikap positif. Ia melakukannya lebih karena terpaksa atau karena tak ada pilihan lain. Jika kita ingin melihat perubahan, lakukanlah segala usaha dengan tulus hati. Mengapa? Karena ketulusan hati tidak bisa bohong. Melakukan sesuatu dengan tulus akan terpancar di wajah, terdengar dalam nada suara dan terbaca lewat bahasa tubuh kita. Orang akan mengetahui apakah kita melakukan atau mengatakan sesuatu dengan segenap hati atau tidak. So be careful! And do everything WHOLEHEARTEDLY.

4. Mengusahakan segala sesuatu demi perubahan, bukan untuk menang sendiri.

“Oke. Aku ngalah! Tapi inget ya, aku ngalah bukan karena aku takut sama kamu. Tapi karena aku nggak mau ribut.”

“Oke. Sorry! Aku minta maaf. Sebenernya aku nggak merasa salah, tapi kalo menurut kamu aku salah, ya ok. Aku minta maaf.”

Dua ungkapan diatas menunjukkan dengan jelas bahwa mereka melakukan YANG BENAR bukan untuk mengalami atau membuat sebuah perubahan positif, tapi hanya untuk pamer dan menang sendiri. Apakah pihak lawan merasa dihargai dengan sikap tersebut? Tentu tidak! Apakah orang ini bersikap tulus dalam melakukan apa yang dia lakukan? Jelas tidak!

5. Fokus pada penyelesaian masalah.

“Mungkin ada baiknya kamu melakukan ini…”

“Aduh, udah say! Aku udah lakukan itu. Tapi tetep aja dia bla, bla, bla…”

Di dunia ini nggak ada hal yang instan. Jika kita melakukan atau mengusahakan sesuatu untuk mendatangkan sebuah perubahan positif, maka kita perlu melakukannya berulang-ulang, dengan gigih, dengan sikap hati yang benar, dengan penuh pengharapan bahwa suatu hari perubahan itu PASTI akan terjadi. Sikap seperti inilah yang dbutuhkan seseorang yang SIAP menerima pertolongan dan perubahan dalam hidupnya.

Jadi yuk kita berhenti mencari-cari alasan. Mulailah fokus pada perubahan yang ingin kita capai. Lakukan segala hal dengan tulus hati. Karena ketulusan hati itu terbaca melampaui perkataan hebat manapun! Jika kita tahu bahwa kita membutuhkan pertolongan untuk mengubah keadaan kita menjadi lebih baik, jadilah seorang yang mudah mendengarkan, mudah dajak untuk bekerjasama, memiliki hati yang mau diajar, dan yang paling penting, tidak mudah putus asa. Anda butuh pertolongan? Bersiaplah untuk menerima pertolongan dengan lebih dulu mengubah sikap Anda yang negatif. Maka perubahan positif akan segera terjadi dalam kehidupan Anda. (KB)

THE IMPORTANCE OF REST

Sudah bukan rahasia lagi bahwa menjalankan tugas sebagai istri dan ibu membutuhkan energi lahir bathin yang tidak sedikit. Mungkin pekerjaan yang kita lakukan tak sehebat seorang direktur atau presiden. Tetapi percayalah, kesiapan lahir bathin yang
maksimal amat sangat dibutuhkan.

 Saya mencoba mengingat-ingat, seperti apa hari-hari awal saya saat  menjadi seorang ibu. Jujur saja, jika disuruh mengulang kembali masa itu, rasanya saya akan lebih memilih untuk mendaki gunung Himalaya daripada kembali ke masa itu. Bukan! Bukan karena saya tidak menyukai peran saya sebagai ibu. Tapi justru karena saya merasa melakukan itu semua benar-benar MEMBUTUHKAN fokus, keseriusan, dedikasi, kesungguhan hati, tenaga dan komitmen yang tiada akhirnya. Bayangkan jika kita
bekerja di sebuah perusahaan. Saat kita merasa tugas dan tanggung jawab yang
kita emban tak sesuai atau terlalu melelahkan, kita bisa saja mengajukan
pengunduran diri atau pemindahan posisi ke departemen lain bukan? Tetapi menjadi ibu? Kita takkan pernah dapat melakukan kedua hal itu bila kelelahan atau stres melanda.

 Lalu bagaimana kita dapat menjalani semua ini dengan penuh kekuatan, ketabahan dan kesabaran seratus persen? BERISTIRAHATLAH!

 Istirahat lebih dari sekedar tidur nyenyak di malam hari. Istirahat bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa. Justru sebaliknya, beristirahat juga berarti melakukan hal-hal yang dapat menyegarkan pikiran, jiwa dan raga. Sesuatu yang membangkitkan suasana hati kita. Dan saya percaya, setiap kita memiliki cara tersendiri untuk melakukan ritual ‘istirahat’ ini.

 Beberapa orang sering menyalah artikan ritual istirahat sebagai sebuah bentuk kemalasan. Padahal beristirahat (apapun cara dan bentuknya) amat dibutuhkan secara fisik, emosi dan mental, demi kesehatan hubungan kita dengan anak-anak dan terutama kesehatan rumah tangga dan pernikahan. Memaksakan diri untuk terus memberi padahal hati, jiwa, pikiran dan fisik kita lelah dan kosong merupakan sebuah kesalahan besar dan serius, yang dapat menyebabkan ledakan bom waktu di saat yang kurang tepat nantinya. Kita perlu beristirahat, agar kita dapat siap melayani, mencintai dan merawat keluarga kita dengan limpahan cinta yang sehat, yang muncul dari – salah
satunya – istirahat yang cukup.

 Satu hal perlu kita ingat, istirahat yang sesungguhnya bukanlah aktifitas serupa minum kopi, nonton TV sambil bermalas-malasan, ngemil atau membuka-buka media sosial lewat perangkat gadget Anda. Tetapi lebih dari itu, beristirahat yang benar adalah dengan sungguh-sungguh menggali dan mencari hal-hal yang dapat menyegarkan tubuh dan pikiran kita yang lelah. Dan hal ini tidak akan kita dapatkan hanya dengan melakukan hal-hal diatas. Kita harus mampu mengidentifikasi dan menyediakan waktu khusus untuk hal-hal yang dapat menginspirasi dan membangun gairah, menghidupkan harapan-harapan kita, membawa kesembuhan jiwa dan mental, mengasah kreatifitas serta mengundang sukacita.

Beberapa hal sederhana yang mengandung unsur beristirahat
adalah: tidur nyenyak, berkebun, tertawa, meditasi, melukis, membaca dan menonton film-film berkualitas. Beberapa hal ini dapat menyegarkan pikiran,
hati, jiwa serta mengasah gairah kita dalam melakukan aktifitas rutin dan
tanggung jawab kita sehari-hari.  Temukan
aktifitas yang dapat memberikan istirahat yang sesungguhnya bagi fisik, mental
dan jiwa kita. So moms, start making your
list now and have a great rest! 

A DAY IN THE LIFE OF GRUMPY SOCIAL MEDIA MANAGER.

Some clients are so unbelievable! I think they cant differ between Social Media Analyst and Social Media Content Producer. If you are as annoying as these uninformed people, you need to read this. 

1. We are SOCIAL MEDIA CONTENT PRODUCERS:

We manage your accounts daily, help you grow your brand, and make people aware of your presence in the social media world. Our strong point is our good writing skills. And you have to be able to UNDERSTAND CLEARLY that we cannot make your followers grow, unless your pictures are in good qualities.

It’s the content that makes your account grow its followers organically. We are not some low-class follower-seller kind of people. For us, that is the cheapest most outrageous way to grow followers, because it’s FAKE and it’s DANGEROUS, as they can steal your username and password. Please put that in mind.

2. Building Our Mutual Trust:

We know that you pay us to help you maintain and manage your account. But the most annoying thing a client could do is to keep asking about the growth of their followers “every.single.day”. You have to learn to let go and let us do our job. Learn to trust us enough to run your account and – slowly but surely, your followers and likes will grow.


3. Give Us Good-Quality Pictures and We Will Handle The Rest:

On top of that, the most essential thing about ‘likes and followers’ are a bright and good-quality picture mixed with strong and beautiful caption that will surely make your posts standout among the crowds. BEAR IN MIND that you need to give us a variety of good-quality pictures; fresh pictures weekly or monthly are a must if you want to grow your followers. Because netizen get bored easily with the same pictures you post over and over again.

4. Picture Policy:

Unless you are a supermodel or a public figure, you need to stop posting selfies every day. Focus on what you do: your work, your career, your hobbies, your interests, etc. On top of that, post something that your followers can see value, knowledge or information in it. In this way, your account will be more interesting because it contains useful informations wrapped in great writings. (KB)