THE IMPORTANCE OF REST

Sudah bukan rahasia lagi bahwa menjalankan tugas sebagai istri dan ibu membutuhkan energi lahir bathin yang tidak sedikit. Mungkin pekerjaan yang kita lakukan tak sehebat seorang direktur atau presiden. Tetapi percayalah, kesiapan lahir bathin yang
maksimal amat sangat dibutuhkan.

 Saya mencoba mengingat-ingat, seperti apa hari-hari awal saya saat  menjadi seorang ibu. Jujur saja, jika disuruh mengulang kembali masa itu, rasanya saya akan lebih memilih untuk mendaki gunung Himalaya daripada kembali ke masa itu. Bukan! Bukan karena saya tidak menyukai peran saya sebagai ibu. Tapi justru karena saya merasa melakukan itu semua benar-benar MEMBUTUHKAN fokus, keseriusan, dedikasi, kesungguhan hati, tenaga dan komitmen yang tiada akhirnya. Bayangkan jika kita
bekerja di sebuah perusahaan. Saat kita merasa tugas dan tanggung jawab yang
kita emban tak sesuai atau terlalu melelahkan, kita bisa saja mengajukan
pengunduran diri atau pemindahan posisi ke departemen lain bukan? Tetapi menjadi ibu? Kita takkan pernah dapat melakukan kedua hal itu bila kelelahan atau stres melanda.

 Lalu bagaimana kita dapat menjalani semua ini dengan penuh kekuatan, ketabahan dan kesabaran seratus persen? BERISTIRAHATLAH!

 Istirahat lebih dari sekedar tidur nyenyak di malam hari. Istirahat bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa. Justru sebaliknya, beristirahat juga berarti melakukan hal-hal yang dapat menyegarkan pikiran, jiwa dan raga. Sesuatu yang membangkitkan suasana hati kita. Dan saya percaya, setiap kita memiliki cara tersendiri untuk melakukan ritual ‘istirahat’ ini.

 Beberapa orang sering menyalah artikan ritual istirahat sebagai sebuah bentuk kemalasan. Padahal beristirahat (apapun cara dan bentuknya) amat dibutuhkan secara fisik, emosi dan mental, demi kesehatan hubungan kita dengan anak-anak dan terutama kesehatan rumah tangga dan pernikahan. Memaksakan diri untuk terus memberi padahal hati, jiwa, pikiran dan fisik kita lelah dan kosong merupakan sebuah kesalahan besar dan serius, yang dapat menyebabkan ledakan bom waktu di saat yang kurang tepat nantinya. Kita perlu beristirahat, agar kita dapat siap melayani, mencintai dan merawat keluarga kita dengan limpahan cinta yang sehat, yang muncul dari – salah
satunya – istirahat yang cukup.

 Satu hal perlu kita ingat, istirahat yang sesungguhnya bukanlah aktifitas serupa minum kopi, nonton TV sambil bermalas-malasan, ngemil atau membuka-buka media sosial lewat perangkat gadget Anda. Tetapi lebih dari itu, beristirahat yang benar adalah dengan sungguh-sungguh menggali dan mencari hal-hal yang dapat menyegarkan tubuh dan pikiran kita yang lelah. Dan hal ini tidak akan kita dapatkan hanya dengan melakukan hal-hal diatas. Kita harus mampu mengidentifikasi dan menyediakan waktu khusus untuk hal-hal yang dapat menginspirasi dan membangun gairah, menghidupkan harapan-harapan kita, membawa kesembuhan jiwa dan mental, mengasah kreatifitas serta mengundang sukacita.

Beberapa hal sederhana yang mengandung unsur beristirahat
adalah: tidur nyenyak, berkebun, tertawa, meditasi, melukis, membaca dan menonton film-film berkualitas. Beberapa hal ini dapat menyegarkan pikiran,
hati, jiwa serta mengasah gairah kita dalam melakukan aktifitas rutin dan
tanggung jawab kita sehari-hari.  Temukan
aktifitas yang dapat memberikan istirahat yang sesungguhnya bagi fisik, mental
dan jiwa kita. So moms, start making your
list now and have a great rest! 

Advertisements

A DAY IN THE LIFE OF GRUMPY SOCIAL MEDIA MANAGER.

Some clients are so unbelievable! I think they cant differ between Social Media Analyst and Social Media Content Producer. If you are as annoying as these uninformed people, you need to read this. 

1. We are SOCIAL MEDIA CONTENT PRODUCERS:

We manage your accounts daily, help you grow your brand, and make people aware of your presence in the social media world. Our strong point is our good writing skills. And you have to be able to UNDERSTAND CLEARLY that we cannot make your followers grow, unless your pictures are in good qualities.

It’s the content that makes your account grow its followers organically. We are not some low-class follower-seller kind of people. For us, that is the cheapest most outrageous way to grow followers, because it’s FAKE and it’s DANGEROUS, as they can steal your username and password. Please put that in mind.

2. Building Our Mutual Trust:

We know that you pay us to help you maintain and manage your account. But the most annoying thing a client could do is to keep asking about the growth of their followers “every.single.day”. You have to learn to let go and let us do our job. Learn to trust us enough to run your account and – slowly but surely, your followers and likes will grow.


3. Give Us Good-Quality Pictures and We Will Handle The Rest:

On top of that, the most essential thing about ‘likes and followers’ are a bright and good-quality picture mixed with strong and beautiful caption that will surely make your posts standout among the crowds. BEAR IN MIND that you need to give us a variety of good-quality pictures; fresh pictures weekly or monthly are a must if you want to grow your followers. Because netizen get bored easily with the same pictures you post over and over again.

4. Picture Policy:

Unless you are a supermodel or a public figure, you need to stop posting selfies every day. Focus on what you do: your work, your career, your hobbies, your interests, etc. On top of that, post something that your followers can see value, knowledge or information in it. In this way, your account will be more interesting because it contains useful informations wrapped in great writings. (KB)

KESEMPURNAAN WAKTU

Di tahun 2014 lalu, saya memasuki usia kepala empat. Dan sejak memasuki usia ini, saya memiliki sebuah perspektif berbeda (jika tak ingin disebut baru) tentang WAKTU. Bagi saya, dengan bertambahnya usia, waktu menjadi sebuah benda berharga yang harganya dan levelnya merangkak ke urutan atas dalam kehidupan pribadi saya.

Sadar atau tidak, hari-hari kita berjalan seolah semakin cepat. Padahal dalam sehari kita tetap diberi porsi waktu 24 jam, tidak berubah dari jaman dahulu kala. Tetapi toh perasaan ‘dikejar waktu’ itu terasa semakin nyata disaat usia kita bertambah.

A CRANKY MAMA!

“Everyone, stop calling my name and stop asking mommy about anything, okay. I’m tired!” Setengah berteriak saya berkata kepada anak-anak saya dan seisi rumah. Hari itu saya merasa extra lelah dan bad mood. Entah mengapa. Beberapa menit setelah saya mengultimatum seisi rumah untuk berhenti ‘mengganggu’ saya, rumahpun sepi, dan… hati saya mulai diliputi rasa bersalah. Ah, jadi galau!

1457884400057

Berapa banyak isteri dan ibu yang mengalami dan merasa seperti saya? Disatu sisi kita ingin sekali menjadi isteri dan ibu teladan, tapi disisi lain kita (ternyata) hanya manusia biasa yang butuh istirahat, menarik nafas dan sekedar duduk diam tanpa melakukan apa-apa. We just want our quiet moment. And usually we want that at the busiest schedule of the day! HAHA…

Saya rasa masalah ini tidak hanya berhubungan dengan ibu rumah tangga saja. Tetapi ibu bekerja pun mengalami hal yang sama. Intinya, apapun karier dan kesibukan ibu, sekali waktu kita amat sangat membutuhkan…

View original post 758 more words